Tampilkan postingan dengan label Cara Membudidayakan Tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Membudidayakan Tanaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2014

Cara Membudidayakan Melon

Lahan Budidaya

Syarat-syarat yang diperlukan dalam proses budidaya tanaman melon agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal-hal tersebut antara lain ;

1.    Pemilihan Lokasi Lahan

Lokasi lahan yang diperlukan untuk membudidayakan tanaman melon, yaitu lahan yang memiliki ketinggian berkisar antara 200 hingga 2000 m dpl dan suhu yang dibutuhkan 12-27 °C.
Lahan yang dipergunakan diusahakan berstruktur miring dan tidak berangin kencang. Hal ini dimaksudkan agar pengaturan irigasi yang diperlukan tanaman saat tumbuh dapat dengan mudah tercukupi, sedangkan tanah tidak dalam keadaan kondisi becek atau tergenang air.

Tanaman melon memiliki keunikan dalam pembudidayaannya karena varietasi-varietas tertentu saja yang dapat dibudidayakan sesuai dengan ketinggian tempatnya. Berikut ini pembudidayaan melon berdasarkan ketinggian tempatnya :
  • Ketinggian tempat < 200 m dpl, dengan suhu 27-25 °C, yaitu varietas : Musk Melon dan Oriental Sweet Melon
  • Ketinggian tempat 200-650 m dpl, dengan suhu 25-23,5°C dan 26-24 °C, yaitu varietas : Jade, Golden Light, Silver Light, Cantaloupe (Halest Best)
  • Ketinggian tempat 650-1.000 m dpl, dengan suhu 23,5-18°C dan 72.,4-19°C, yaitu varietas : Casaba Melon, Melon (Jade Dew, Honey Dew)
  • Ketinggian 1.000-2.000 m dpl, dengan suhu 18,7-12 °C, yaitu varietas : Cantaloupe, dan Casaba Melon.

Tanaman melon sebenarnya dapat dibudidayakan pada lahan yang bersuhu tinggi atau antara 30°C hingga 35°C, namun yang perlu diperhatikan pada penanaman disuhu tinggi tersebut adalah pengairan yang baik karena tanaman melon memerlukan banyak air pada saat tumbuh.

Pada saat penyemaian benih, temperature lahan yang sesuai adalah sekitar 26 °C. apabila kondisi temperature lebih tinggi maka hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas pada benih tanaman melon. Pada saat tanaman melon mengalami pertumbuhan akan memerlukan temperature antara 35 °C hingga 37 °C, sedangkan pada saat tanaman berbuah maka proses pembentukan buah hingga matang  buah akan memerlukan temperature antara 26 °C pada siang hari, dan pada malam hari 16 °C.
Budidaya, Melon, cara menanam, tanam

Kelembapan udara yang dibutuhkan tanaman melon pada saat pertumbuhan berkisar antara 70 hingga 80%. Sedangkan tanaman melon muda yang tumbuh hingga dewasa memerlukan kelembapan udara maksimal 80% serta minimal 60%.

Dengan kelembapan yang terlalu tinggi dapat mengundang organisme penyebab penyakit seperti cendawan atau jamur yang dapat mempengaruhi kondisi tanaman.

Sinar matahari langsung sangat penting bagi tanaman melon karena dapat membantu  proses fotosintesis tanaman, tanaman melon akan menghasilkan buah yang mani apabila pada fase pembentukan buah, sinar matahari yang diterima intensitasnya lebih tinggi. Hal ini karena pada  fase pembentukan buah tanaman memproduksi vitamin C yang tersimpan dalam buah sehingga kadar gula yang terkandung pada buah juga ikut meningkat.

Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman melon yaitu, daerah dengan curah hujan berkisar antara 2.000 hingga 3.000 mm/tahun atau sekitar 166.66 hingga 250 mm/bulan.

Tanaman melon sebaiknya ditanam dengan jarak yang lebih lebar apabila waktu penanaman bibit dilakukan pada musim penghujan. Pembuatan bedengan untuk lahan tanaman dibuat dengan lebar sekitar ± 120 cm dan tinggi tanah bedengan sekitar 50 hingga 60 cm. pengaturan jarak tanam dimaksudkan untuk memberikan kelembaban yang sesuai bagi tanaman pada saat tumbuh.

Akar pada tanaman melon hanya mampu menembus tanah sedalam 15 hingga 20 cm serta menyebar dalam radius 30 hingga 40 cm. Dengan kondisi seperti itu maka pengairan yang cukup harus dilaksanakan agar kebutuhan air yang diperlukan tanaman dapat sesuai.

2.    Kondisi Tanah

Tanaman melon dapat tumbuh pada lahan terbuka dengan menanamnya pada tanah yang dibuat bedengan ataupun dengan menggunakan media tanah yang disiapkan dalam pot, polybag, atau wadah tertentu. Kondisi tanah yang ideal yang dipergunakan untuk pembudidayaan tanaman adalah tanah yang bertektur liat, berpasir, gembur, drainase baik, subur, serta mengandung pH tanah antara 6,0 hingga 7,0.

Tanah yang dipergunakan untuk budidaya menggunakan pot tidak berbeda dengan tanah yang digunakan di lahan terbuka, namun diperlukan pengaturan yang sesuai agar dapat diciptakan komposisi yang ideal bagi pertumbuhan melon.

Menurut penelitian para ahli tanaman di Indonesia, penggunaan medium tanah yang dicampur dengan humus daun bambu dengan perbandingan 1 : 1 akan lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman melon. Sedangkan medium tanah yang dicampur dengan campuran humus daun bamboo serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 akan memengaruhi kondisi buah melon hingga mencapai diameter buah yang maksimal. Pilihan lain campuran tanah yang disarankan oleh para ahli tanaman yang diperlukan bagi budidaya tanaman melon yaitu dengan campuran tanah dengan unsure lempung, pasir, humus, serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1.

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan campuran harus dipastikan bahwa campuran dalam keadaan steril. Sterilisasi campuran dapat dilakukan dengan terlebih dahulu pengukusan atau dioven dengan suhu berkisar 100 °C dan waktu pengukusan 30 menit. Sterilisasi campuran dapat juga dilakukan dengan mencampurkan atau memfumigasikan dengan zat Basamid-G. alternative lain penggantian campuran pupuk kandang adalah dengan memberikan pupuk organic Super TW plus.

Sebelum penanaman tanah terlebih dahulu digemburkan, proses penggemburan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya tanah mudah dihancurkan dan diremahkan. Proses penggemburan dilakukan dengan mencangkulnya hingga kedalaman ± 30 cm, kemudian membalikan tanah, yang tadinya tanah bagian bawah dibalik supaya berada di bagian atas. Hal ini supaya gulma tidak dapt tumbuh dan berkembang.

Setelah tanah dibalik-balikan biarkan tanah selama 1 minggu supaya tersinari dan terangin-anginkan. Kalau sudah cukup baru tanah dibuat bedengan tempat tanaman akan ditanam. Ukuran yang ideal untuk pembuatan bedengan adalah panjang 5-7 m dan lebar antara 30-50 cm untuk penanaman satu baris tanaman atau lebar 1-1,25 m  apabila penanaman dua baris. Masing-masing bedengan dengan gundukan tanah dengan ketinggian 30-50 cm.

B.    Persiapan Penanaman

Apabila lahan yang akan digunakan pernah dipakai sebagai lahan budidaya tanaman sejenis ddan terserang penyakit fusarium, maka sebaiknya lahan tersebut tidak digunakan, atau dengan menanam tanaman lain yang tidak sejenis hingga ± 3-5 tahun. Kalaupun ingin dipakai dengan tanaman sejenis maka harus melalui proses pengolahan tanah secara kimiawi, dan lahan pun bisa digunakan kembali.

Prosesi kimiawi bisa mengunakan Basamid-G, dengan lahan yang basah dan lembap campuran basamid bisa dilakukan, kemudian aduk tanah dengan basamid sampai merata dan mencapai kedalaman 20-30 cm. sesudah rata tercampur basahi tanah sampai lembap selama 7 hari, kemudian tutup permukaan tanah dengan plastic hingga 1 minggu, setelah itu lakukan pencangkulan kembali sampai merata, dan sirami sampai lembap dengan air bersih.

Setelah bedengan telah siap ditanami maka lahkah selanjutnya pemasangan mulsa 3-7 hari sebelum bibit ditanam, mulsa atau penutup permukaan tanah dapat menggunakan plastic hitam perak (mulsa PHP). Penggunaan mulsa bertujuan agar kelembapan dan suhu tanah tetap stabil, juga dapat mencegah pertumbuhan gulma.

Setelah pemasangan mulsa selesai maka dapat dilakukan pembuatan lubang tanam, alat bantu untuk melubangi mulsa bisa menggunanakan besi ata kaleng bekas yang dipanaskan agar plastic dapat ditembus dengan diameter ± 10 cm.

Setelah lubang tanam siap, selanjutnya memasang ajir pada bedengan. Ajir atau cagak digunakan tanaman sebagai penopang tanaman atau sulur tanaman. Ajir ditanam disamping lubang tanam dan menyilang dengan masing-masing.ajir yang menyilang dibentuk segitiga sama kaki dengan jarak ± 25 cm.

•    Pemilihan bibit
Bibit yang ideal dapat kita peroleh dib alai pertamanan atau produsen dengan jaminan kualitas yang baik, dan memilih varietas yang sesuai dengan kondisi iklim dimana bibit ini akan ditanam.

•    Pupuk organic dan anorganik

Pupuk yang diperlukan bagi tanaman melon berbeda dari tiap fasenya. Untuk itu perlu dipersiapkan jenis-jenis pupuk yang akan diperlukan. Pupuk organic yang perlu dipersiapkan antara lain jenis kompos, pupuk kotoran ternak, super TW plus, muhus, Gro-Mate, dan Stratos. Sementara untuk pupuk anorganik dapat dipilih seperti, Urea, TSP, ZA, KCI, ZK, SP-36, NPK dan beberapa jenis pupuk daun yang biasanya berupa pupuk cair.
Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman bisa menggunakan seperti, Rootone F, IBA, IAA, Atonik 6,5L, Dekamon, dan lain-lain sedangkan untuk zat yang diperlukan tanah bisa menggunakan seperti, Dolomit, Zaegro-1, kapur hidrat, kalsit, dan lain-lain.

•    Obat tanaman
Obat tanaman diperlukan bila tanaman mengalami gejala terserang penyakit ataupun untuk menghilangkan hama tanaman yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Obat tanaman yang perlu disiapkan dan dipergunakan antara lain insektisida, bakterisida, fungisida untuk jamur, serta nematisida.

C.    Pembibitan Tanaman Melon

Setelah menentukan biji dan varietas yang akan kita tanam, maka biji-biji tersebut disemai terlebih dahulu sebelum ditanam pada media tanam yang tersedia. Penyemaian perlu dilakukan untuk menghindari pertumbuhan tanaman seperti pertumbuhan kerdil hingga benih menjadi mati.

Penyemaian dapat dilakukan dengan menggunakan wadah plastic atau polybag atau juga menggunakan lahan penyemaian tersendiri. Jika ingin menggunakan polybag atau  kantong plastic maka kita pilih polybag yang berukuran 8 x 10 cm, setelah  polybag tersedia maka dapat dimasukan media tanam berupa  tanah yang telah dicampur yang terdiri dari tanah, pasir serta pupuk organic dengan perbandingan 1 : 1 : 1 untuk masing-masing jenisnya.

Biji yang sudah siap rendam dahulu untuk mensterilkan hama dan penyakit dengan air yang dicampur pestisida selama 1- 2 jam, kemudian biji tiriskan sampai kering. Sebelum ditanam biji didiamkan dan ditutupi kain yang steril selama semalam dengan suhu 25 °C.

Setelah didiamkan semalam barulah benih di masukan pada masing-masing polybag dengan kedalaman 5 cm, benih yang berada  dalam polybag harus disiram secara kontinyu, yuitu pada  pagi jam 06.00 dan sore hari pukul 16.00, diusahakan jangan terlalu becek.

Setelah 10 hingga 14 hari maka tanaman akan mulai memproduksi daun, kalau sudah tumbuh daun penyemprotan bisa menggunaka pupuk daun agar daun terhindar dari serangan hama atau penyakit.
Setelah bibit berumur 2 minggu atau lebih maka bibit siap dipindahkan ke lahan budidaya. Jarak tanam sesuaikan dsengan lubang pada mulsa yang telah disediakan, kedalaman lubang tanam sekitar 10-15 cm. setelah  5 hari maka dapat diberikan pupuk anorganik dengan membenamkannya pada lubang tanam. Selanjutnya lakukan penyiraman yang sesuai agar tanaman melon tumbuh dengan baik.

Cara Membudidayakan Buah Naga

Buah naga merupakan buah yang sangat bermanfaat bagi petani untuk melakukan penanaman dan pengembangan buah naga. selain itu harga buah naga yang relatif masih mahal menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk menanamnya. Biasanya buah naga banyak ditanam pada halaman depan rumah sekaligus sebagai hiasan pada tanaman mini atau bisaa juga ditanam pada halaman belakang.
Buah naga merupakan tanaman yang tergolong mudah salam penanamanya. Tidak membutuhkan teknik khusus agar bisa menanam buah naga ini. pada umunya, tanamana buah naga yang sering ditanaman adalah buah naga yang memiliku warna kulit merah dan pada bagian dangingnya berwarna putih dengan biji-biji halus berwarna hitam.
Cara Menanam Buah Naga

Ada beberapa cara menanam buah naga yang bisa Anda lakukan dirumah. Jika Anda ingin menikmati buah naga secara gratis tanpa harus membelinya, maka Anda dapat menanam buah naga pada pot yang sekaligus dapat Anda jadikan sebagai hiasan di depan rumah. Caranya:
  • Siapkan pot terlebih dahulu, Ada beberapa macam jenis pot yang tersedia di pasaran mulai dari pot bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Namun untuk menanam buah naga, Anda dapat memakai pot yang terbuat dari bahan tanah liat, karena buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastis dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Semakin besar ukuran pot maka akan semakin baik, Anda dapat menggunakan pot dengan minimal diameter 40cm.
  • Siapkan tiang panjatan, karena buah naga membutuhkan tiang penopang untuk menahan beberapa cabang produksi agar tidak roboh. Tiang ini nantinya akan dililit oleh beberapa pohon buah naga pada saat penanaman pertama. Cari tiang panjatan yang kuat, bisa terbuat dari besi atau kayu yang kokoh.
  • Menyiapkan media tanam, Anda dapat menyiapkan media untuk menanam buah naga yaitu pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Setelah semuanya siap, Anda dapat menyiramnya dengan air sampai kondisi jenuh. Biarkan kurang lebih sehari semalaman sebelum Anda mulai menanam buah naga.
  • Pemilihan dan penanaman bibit, Anda dapat memilih bibit dari batang yang besar dan sudah tua dan pastikan bibit tersebut bebas dari penyakit. Bibit buah naga biasanya memiliki panjang ideal 30 cm dan kemudian ditanam pada pot dengan kedalaman 10 cm. Setelah Anda menanam buah naga tekan-tekan sedikit tanah sekitar bibit agar tidak mudah roboh. Selanjutnya siram dengan air dan letakkan pot ditempat terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung.
Kini Anda sudah memiliki tanaman buah naga di halaman rumah. Kini yang harus Anda lakukan adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman buah naga agar dapat berkembang dengan baik. Yang harus Anda perhatikan adalah pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan. Pastikan juga bibit buah naga menempel pada tiang penyangga dengan cara mengikatnya menggunakan tali rafia atau kawat. Jangan mengikat terlalu kencang agar tidak berpengaruh terhadap pertumbuhannya saat menjadi besar. 
Cukup mudah bukan cara menanam buah naga diatas? Untuk menanam buah naga pada media terbuka seperti pada sawah atau kebun tidaklah jauh berbeda dengan cara diatas. Tertarik untuk memiliki buah naga sendiri di rumah?



Senin, 07 April 2014

Cara Memberdayakan Jamur

Budidaya jamur merupakan salah satu pilihan banyak  masyarakat mengingat tanaman ini mampu mendatangkan keuntungan tinggi bagi masyarakat. Mekanismenya juga tidak terlalu ribet, bahkan budidaya jamur saat ini sudah bisa dilakukan dilokasi yang berhawa panas.

jamur
Budidaya jamur sebenarnya harus dilakukan didataran tanah 400-800 meter diatas permukaan laut. Namun, buat sobat yang tinggal didataran rendah saat ini sudah ada cara alternative untuk memulai budidaya jamur meskipun lokasi tanah sobat berada didataran yang tidak mendukung (dataran rendah).
Dari sisi harga, harga jamur memang cukup tinggi dan harganya juga relative stabil jika dibandingkan dengan tanaman sejenis lainnya. Harga tinggi, permintaan pasar terus meningkat dan cara tanamnya yang tidak terlalu merepotkan membuat banyak orang akhirnya memilih untuk menjadikan tanaman jamur sebagai mata pencaharian baru mereka. Nah berikut ini adalah beberapa trik berbudidaya jamur.
















Cara budidaya jamur #1
Pertama-tama yang harus sobat lakukan adalah membuat sebuah bangunan kumbung untuk difungsikan sebagai media. Kumbung tersebut harus dibuat menggunakan system sirkulasi buka tutup. System sirkulasi buka tutup dimaksudkan untuk mengatur udara yang masuk ke kumbung, menutupnya disiang hari dan membukanya dimalam hari. Dengan demikian, maka kelembapan akan selalu terjaga.

Cara budidaya jamur #2
Gunakan atap yang tidak menyerap panas. Dalam hal ini sobat bisa menggunakan plastic ultra violet atau genting untuk melindungi jamur dari sengatan sinar matahari yang berlebihan. Jika sinar matahari yang masuk terlalu panas, maka jamur tidak akan bisa bertahan, kalaupun bisa pertumbuhannya tidak akan maksimal.



Cara budidaya jamur #3
Jika sobat menanam jamur, factor kelembapan menjadi hal terpenting. Jika media yang sobat gunakan tidak memenuhi stsobatr kelembapan yang dibutuhkan oleh tanaman, maka budidaya jamur yang sobat praktekkan tidak akan bisa berjalan secara normal. Untuk menjadikan media dapat memenuhi stsobatr kelembapan yang dibutuhkan sobat bisa meletakkan beberapa tong air didalam kumbung agar kelembapannya dapat ditingkatkan.



Cara budidaya jamur #4
Perlu diingat, bahwa budidaya jamur sejatinya adalah ditempat yang lokasi tanahnya berada didataran tinggi, nah dalam hal ini agar jamur tetap bisa tumbuh secara normal maka yang harus sobat lakukan adalah memilih tempat/media yang teduh/tidak terlalu panas. Sobat bisa membangun ruang kumbung dibawah pepohonan, dan pastikan pintu bangunan kumbung tersebut bukan terletak pada arah matahari terbit.

Cara budidaya jamur #5
Factor sinar matahari yang terlalu berlebihan akan menyebabkan jamur mati atau tidak bisa tumbuh secara normal, dalam hal ini sobat bisa menyiasatinya dengan cara menanam pepohonan disekitar kumbung, dengan demikian maka bangunan kumbung akan lebih terlindungi dari sengatan sinar matahari yang terlalu berlebihan.

Cara budidaya jamur #6
Stsobatr ketinggian bangunan kumbung adalah dengan ketinggian 4 s/d 4.5 meter. Hal ini penting demi untuk mengontrol sirkulasi udara dalam ruang kumbung.

Cara budidaya jamur #7
Rak penyimpanan baglog jamur untuk lokasi didataran tinggi biasanya mencapai 5 tingkat, dan untuk lokasi didataran rendah (panas) normalnya tidak melebihi 3 tingkat.

Cara Menanam Anggur

Pendahuluan
Untuk sementara ini, pamor anggur lokal memang belum seterang anggur impor. Walhasil, harga jual anggur lokal belum semahal anggur impor. Demikian juga rasanya.
Tetapi, kini ada banyak pembudidaya anggur diIndonesiayang menyilangkan bibit lokal dan bibit anggur luar negeri. Hasilnya, tercipta jenis anggur lokal baru yang kualitasnya tak kalah dengan anggur impor.
Salah satu anggur varietas baru adalah anggur Probolinggo Biru. Tanaman anggur ini merupakan hasil percampuran antara  bibit anggur lokal dengan bibit anggur dari Australia, Prancis, dan Armenia.
Anggur merupakan tanaman subtropis yang telah beradaptasi dengan baik di lingkungan tropik di Indonesia, Anggur merupakan tanaman tua yang diduga berasal dari Eropa dan Amerika Utara,  Anggur masuk Indonesia pada zaman pemerintah Hindia-Belanda pada abad 17. Tahun 2004 tercatat daerah sentra anggur di  Klaten, Sleman, Kota Kediri, Kota Probolinggo, kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kota Pare-Pare, Kabupaten Majene, Kabupaten Janeponto dan Kota Palu KP Banjarsari (Balitjestro), Probolinggo  mempunyai koleksi 42 varietas anggur, 4 vrietas unggulan diantaranya telah ditanam dan tumbuh dengan baik  di lahan PPPPTK Pertanian Cianjur.

    Syarat Tumbuh
    • Suhu Udara optimum 25o – 31o C
    • 3-4 bulan kering/tahun
    • CH optimum 800 mm/tahun
    • Intensitas sinar matahari 50%-80% 10-12 jam sehari
    • Tanah Porous, berstruktur lempung berpasir, pH 6,5-7
    Penanaman
    • Lubang tanam ukuran 60x60x60 cm
    • Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang dan pasir =1:1:1
    • Lubang tanam dibiarkan terbuka selama 2 minggu sebelum tanam
    • Bibit yang telah siap tanam(3-4 bulan) ditanam dengan jarak tanam 4mx5m, 4mx4m atau 3mx3m
    • Pemasangan kawat para-para  dengan tinggi 1,75-2 m

    Pemeliharaan
    • Penyiraman
    • Pemupukan
    • Penggemburan Bidang Olah Tanah
    • Pewiwilan
    • Pemangkasan
    • Pengendalian Hama dan Penyakit

    Penyiraman :
    1-3 hari sekali, dihentikan 3 minggu sebelum pangkas pembuahan dan kembali disiram 1 minggu sebelum pangkas
    Penggunaan pupuk NPK berkadar K tinggi dan pengapuran dolomit CaMg (CO3)2 agar buah manis. K tinggi di-berikan saat tanaman disuburkan, sebelum dipangkas untuk berbunga. Pekebun  lazimnya menggunakan pupuk NPK seimbang dan pengapuran kalsit CaCO3
    Menurut Ir Wijaya MS, pakar buah diBogor, teknik pemupukan K tinggi memang berperan meningkatkan kualitas buah. Kalium berperan sebagai katalisator enzim dalam pembentukan gula dari amilum, kata mantan peneliti di Kebun Pembibitan Buah Cipaku,Bogor, itu. Kalium juga berperan mempertebal dinding sel sehingga tanaman lebih tegar dan kokoh.

     Pemberian Pupuk NPK
    Pupuk K tinggi diberikan pertama kali saat tanaman berumur 11 bulan setelah tanam. Benamkan 1 ons NPK 1:2:2 sejauh 1 m di sekeliling batang setiap 10 hari. Pemberian dilakukan 4 kali sebelum tanaman dipangkas. Sebelumnya, pada umur 2 -11 bulan, pupuk yang digunakan ialah NPK 2:2:1.
    Pohon yang dipupuk K tinggi batangnya semakin kokoh. Pada bulan ke-12 dilakukan pemangkasan cabang. Minimal 7 ruas disisakan pada cabang tersier. Agar memudahkan, waktu pemangkasan itu dianggap sebagai 0 hari. Anggur dipanen 105 hari setelah pemangkasan. Pada umur 0 -5 hari biasanya air masih mengucur dari cabang yang dipangkas. Baru pada hari ke-5 sampai ke-20 dilakukan penyemprotan ZPT dari golongan auksin dan giberelin untuk merangsang tunas bunga keluar serempak. Dosisnya sekitar 1 cc per liter atau sesuai yang tertera di kemasan. Perlakuan 4 kali setiap 5 hari.
    Pada umur 50 hari lazimnya bunga yang muncul telah menjadi bakal buah. Benamkan 1 kg NPK 1:2:2 di sekeliling batang. Tujuannya agar dinding sel buah kokoh. Ulangi pembenaman NPK 1:2:2 sebanyak 0, 75 kg pada hari ke-75. Pada umur itu terjadi proses pematangan buah. Pemberian K tinggi diharapkan mampu meningkatkan enzim yang berperan dalam pembentukan gula. Pada hari ke-105, buah siap dipanen dengan cara digunting.

     Penyuburan Tanah Kembali
    Setelah panen, tanah disuburkan kembali. Caranya tambahkan bokashi 20 kg dan dolomit 2,5-3,5 kg. Bokashi berperan memasok hara makro dan mikro yang di-butuhkan tanaman. Dolomit menaikkan pH tanah agar mendekati netral. Berikan juga 2 kg pupuk K tinggi untuk mengokohkan batang. Setelah itu istirahatkan tanah selama 2 minggu, sambil menunggu tanaman subur. Pohon yang telah subur siap dipangkas kembali sama seperti pada saat perangsangan bunga.

     Penggemburan Bidang olah tanah dilakukan 1 bulan sekali.

    Pewiwilan : Pewiwilan dilakukan dengan tujuan membuang tunas air.

    Pemangkasan
    Pemangkasan Bentuk
      Anggur-2
    1. Bagian pucuk batang yang kulitnya sudah berwarna kecoklat-coklatan dipotong, disisakan 3-4 mata yang runcing.
    2. Pada batang yang telah dipotong akan muncul 4 tunas baru dan tunas yang perkembangannya buruk dipotong sehingga tinggal 3 tunas yang dipelihara.
    3. 2 tunas yang dipelihara diatur pertumbuhannya ke arah kanan dan ke arah kiri dan satu tunas lagi dibiarkan tumbuh lurus.
    4. Pucuk cabang yang tumbuh lurus,bila telah mencapai 1 meter dan kulitnya sudah kecoklat-coklatan dipotong dengan menyisakan 3 tunas.
    5. Dari 3 tunas tersebut satu tunas di-biarkan lurus dan 2 tunas diatur per-tumbuhannya ke arah kanan dan kiri.
    Pemangkasan Pembuahan
    Tanaman berumur 1 tahun pada bulan April/Mei, Agustus/ September. Tanaman dipangkas dengan menyisakan 3-12  mata tunas, tergantung varietas

    Penjarangan Buah
    • Saat buah sebesar kedelai ±40%
    • Saat buah sebesar jagung ± 20-25%
    • Buah yang dibuang : berpenyakit, tidak seragam, buah terjepit, dan buah rusak
    Hama yang sering Menyerang Tanaman Anggur
    • Trips
    • Penggerek batang
    • Rayap
    • Burung
    • Codot
    • Tikus
    Penyakit Tanaman Anggur yang paling sering mengganggu:
    • Penyakit Embun Tepung (Plasmopara viticola)
    • Penyakit Karat (Physopella ampelopsidis)
    • Penyakit Kudis/Antraknose (Elisinoe ampelina)
    • Penyakit Busuk Buah (Botrytis cinerea)
    Pengendalian Hama
    • Bibit – 1 bulan sebelum panen, disemprot insektisida1 gram/liter setiap 1 minggu sekali
    • Pencegahan serangan rayap dengan pemberian furadan : dosis 5 gram untuk setiap tanaman muda dan 100 gram untuk tanaman dewasa
    • Penanaman tanaman perangkap hama disekeliling pertanaman anggur
    • Pembungkusan buah
    • Pemasangan jaring-jaring di atas para-para
    Pengendalian Penyakit
    • Penyemprotan Fungisida setelah pangkas : 5-7 hari sekali (MH) / 1 minggu sekali (MK), dihentikan 1 bulan sebelum panen
    • Eradikasi bagian tanaman yang sakit
    • Mengurangi kelembaban kebun
    • Penggunaan atap plastik pada musim hujan
    Pemanenan
    Umur panen anggur tergantung varietas
    (95-125 hari setelah pangkas)
    Pasca Panen
    Hasil pemanenen buah anggur dapat dikonsumsi dalam bentuk : Buah Segar, Kismis, Jus Buah, dan Wine

    Cara Memberdayakan Tanaman Cabai

     PENGERTIAN CABE RAWIT. 
    Cabe rawit merupakan salah satu yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, masyarakat mempunyai rasa pedas dari cabe ini, bahkan banyak pula yang menjadikan cabe rawit sebagai salah satu pembangkit selera makan.
    Selain itu, cabe juga menjadi obat reumatik, sesak nafas, dan bubuk cabe yang sudah dijadikan bubuk bisa digunakan sebagai penenang. Hal tersebut mendorong seseorang atau kelompok bisnis untuk mengelola budidaya cabe rawit untuk kelangsungan hidup dan perkembangan kebutuhan manusia sekarang dan masa yang akan datang. Dengan begitu sumber daya alam dapat terjaga dan terpelihara menjadi mutu dan minat sumber daya manusia. Dengan pertimbangan tersebut, menanam cabe rawit tidak ada ragunya bahkan keuntungan yang menggiurkan dapat diraih. Namun keuntungan itu dapat diperoleh bila menanamnya secara benar.

    Budidaya Tanaman Cabe Rawit
    1.      Persiapan Lahan dan Penentuan Jarak
    Tanah dicangkul dan dibuat bendengan dengan lebar 110 – 120 cm tinggi 50 cm serta jarak antara bendengan disesuaikan dengan panjang lahan yang tersedia, tanah dicampur dengan pupuk kandang dan kapur. Setelah pupuk kandang dan kapur dicampur dengan tanah bendengan permukaan bendengan  diratakan, kemudian ditutup dengan mulsa hitam perak.
    Jarak tanam sebaiknya 70 – 100 cm, jarak dari pinggir bendengan sekitar 25 cm. Hal ini mengingat sosok tanaman cabe rawit yang tinggi dan besar. Dengan jarak tanam yang lebar diharapka kondisi sekitar tanaman tidak akan lembab.
    2.      Pembibitan Benih
    Sebelum disemar, sebaiknya  benih direndam dulu degan air dingin atau air hangat. Biji yang terapung dapat dibuang sedangkan yang tenggelam dapat disemai. Tanaman cabai yang dipilih menjadi benih harus yang baik dan sehat, bentuk buahnya sempurna, tidak cacat serta bebas hama dan penyakit, buah cabai tersebut kemudian dikeringkan diambil bijinya dan disimpan di tempat kering.
    3.      Persemaian
    Cara persemaian itu bermacam-macam ada yang dipakai kotak persemaian, persemaian lapangan, kantung plastik (polibag) dan sebagainya. Tanah yang dipakai untuk persemaian, pakailah tanah yang subur dan bebas dan hama dan penyakit. Tanah yang subur yaitu tanah yang faktor Fisik, Kimia dan biologisnya baik. Apabila cara persemaian itu dengan kantong plastik (polibag). Maka campurlah tanah dengan pupuk kandang atau kompos yang telah jadi tanah tidak panas, kalau perlu bisa dicampur dengan pasir sedikit supaya tanah menjadi gembur dan setiap polibag diisi dengan 1 dan 2 biji cabe.
    4.      Penanaman
    Penanaman sebaiknya dilakukan saat tanah lembab dan tidak becek supaya akar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Bibit yang sudah siap ditanam, diambil dan diletakkan dalam lubang tanah. Selanjutnyabibit dan tanahnya dilepaskan dari polibag dengan cara menggunting polibag tersebut, setelah itu, bibit dan tanahnya dimasukkan ke dalam  lubang tanah yang tersedia, kemudian bibit tersebut ditutupi tanah dengan tanah sekitar lubang, selanjutnya tanah ditekan dengan tangan agar padat.

    Manfaat Tanaman Cabe Rawit
    Selain untuk sayuran, cabe mempunyai kegunaan lain yaitu dijadikan ramuan industri makanan, karena cabe rawit mengandung vitamin A yang tinggi selain bermanfaat bagi kesehatan.
    Adapun manfaat lainnya pada cabe yaitu:
    1.      Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga lendir yang tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinasitis dan juga batuk berdahak.
    2.      Cabe dapat memperkecil resiko terserang stroke, penyumbatan pembulu darah, impotensi dan jantung koroner, karena dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk sehingga darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah.
    3.      Mengobati perut kembung
    4.      Meredakan migraine
    5.      Cabe menghasilkan vitamin C (lebih banyak dari pada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh
    6.      Kaya akan kalsium dan fosfor yang mengungguli ikan segar
    7.      Memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh
    8.      Ekstrak buah cabe rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit.
    9.      Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Karena rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Sehingga rasa sakit tersebut akan berkurang bahkan hilang.
    10.  Cabe dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya, karena capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan, sehingga nafsu makan menjadi bertambah.
    11.  Kandungan anti oksidanya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan dan memperlambat panuan.
    12.  Menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas
    13.  Daunnya bisa digiling untuk disalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul
    14.  Untuk gangguan rematik dan frosrbite (jari nyeri karena kedinginan)
    15.  Membantu pembakaran kalori hingga 25%
    16.  Cabe dapat menghilangkan rasa dingin pada tubuh dengan cara mengoleskan pada bagian yang terasa dingin.

    Cara Memberdayakan Tanaman Sawi

      
            Cara menanam sawi yang baik dan benar
    Sayur sawi adalah kaya dengan vitamin dan sudah merakyat sekali. Maka dari itu kita di sini akan menanam sendiri
    Itung –itung sebagai sampingan atau olahraga dirumah, atau boleh juga memberdayakan sebagai lapangan usaha
    Oke kita langsung aja gimana dan bagai mana cara menanam nya kita akan uraikan disini

    PENYEDIAAN TANAH

    Sesuai ditanam dalam kawasan yang mempunyai suhu diantara 23-35oC dan kelembapan yang tinggi.  Terlalu banyak hujan boleh merosakkan daun sawi dan menjejaskan kualitinya.  Penggunaan rumah pelindung hujan atau struktur berjaring boleh mengatasi masalah ini.   Tanah perlu dibajak dan digembur sedalam 15-20 cm.  Kemudian batas yang berukuran 1.2 m lebar, 7.5 m panjang dan 20-30 cm tinggi disediakan. 
    MENANAM
    Biji benih sawi boleh ditanam terus ke atas batas.  Sebanyak 1.5 kg biji benih digunakan untuk sehektar.  Sebelum menanam, biji benih dirawat dengan racun kulat thiram dan digaulkan dengan pasir halus atau tanah peroi dan ditabur sama rata ke dalam jalur-jalur pada batas.  Selepas 10-14 hari, penjarangan dibuat mengikut ukuran yang disyorkan, iaitu 20 cm antara baris (alur) dan 10 cm antara pokok.
    pemupukan
    Bagi tanah mineral, baja organan digaulkan ke dalam batas untuk menentukan kesuburan pokok.  pemupukan yang disyorkan adalah seperti berikut:-

    Cara Membedayakan Tanaman Anggrek

    CARA MENANAM ANGGREK DI POT
    1.    Penanaman

    Tanaman anggrek biasanya ditanam di dalam pot yang merupakan media pertumbuhan. Dalam media pertumbuhan ini terdapat berbagai bahan yang berupa materi khusus yang telah didesain untuk tanaman anggrek. Di antaranya, yaitu:arang atau kayu bakar, kulit kelapa, pecahan batu bata atau genting, dan sabut kelapa.

    2.    Pemeliharaan

    Pada tahap pemeliharaan dari cara menanam bunga anggrek terdiri dari pemupukan, penyiraman,serta pengendalian hama dan penyakit.

    a.    Pemupukan
    Proses pemupukan tanaman anggrek dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kimia atau pupuk kandang. Pemupukan dengan pupuk kimia dilakukan dengan perbandingan cara seedlings atau mid-size dengan perbandingan berbeda. Untuk seedlings perbandingannya perbandingan K, P, K, adalah 60:30:10. Disini unsur nitrogen lebih banyak diberikan agar membentuk senyawa protein lebih banyak yang berguna bagi pertumbuhan danperkembangan anggrek. Sedangkan secara mid-size perbandingan K, P, K, adalah 30:30:30.Untuk pemupukan menggunakan pupuk kandang dapat dilakukan dengan pemberian kotoran kambing, kuda, kerbau, dan sapi. Selain mengandung berbagai macam unsur yang dibutuhkan tanaman, pupuk kandang juga membantu sekali untuk penyimpanan air, khususnya di musim kemarau.
    Secara signifikan pemberian pupuk kimia memang sedikit dapat mempercepat pertumbuhan tanaman anggrek. Hal ini karena dalam pupuk kimia telah disubtitusi berbagai unsur yang dibutuhkan. Unsur-unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman anggrek tersebut meliputi: 
    1. Nitrogen :Nitrogen sangat dibutuhkan untuk keperluan sintesis protein, asam nukleat, asam amino, koenzim dan sebagai konsistuen penyusun zat hijau daun (klorofil).
    2. Fosfor : Fosfor berguna untuk pertumbuhan akar dan pendewasaan tanaman.
    3. Potasium dan Kalium : Dalam jaringan tanaman, potasium dan kalium berfungsi mempelancar reaksi fotosintesis, respirasi, dan translokasi karbohidrat.
    4. Kalsium : Kalsium dibutuhkan sebagai bahan pengisi untuk dinding sel tanaman. Selain itu, kalsium juga digunakan untuk meningkatkan hormon tanaman tertentu yang berperan untukdetosifikasi berbagai racun yang masuk.Magnesium
    5. Magnesium diperlukan tanaman untuk membantu kerja enzim atau sebagai aktivator enzim, juga terlibat dalam proses metabolisme sintesis protein.
    6. Sulfur : Sulfur merupakan bagian dari komponen penyusun asam amino, vitamin, dan berperan sebagai koenzim.
    b.    Penyiraman
    Penyiraman adalah salah satu faktor penting dalam bagian cara menanam bunga anggrek. Ketersediaan air yang cukup akan menunjang pertumbuhan tanaman dengan baik. Hal ini karena air berfungsi, antara lain sebagai sumber unsur Hdan 0,bahan pengisi seI, pengatur tekanan sel, pengangkut berbagai senyawa ke dalam tanaman, pengatur temperatur tanaman, dan sebagai pelarut untuksenyawa-senyawa.